Lepas Dari Judi Online: Peran Tokoh Masyarakat Hingga Ahli Kesehatan
Ilustrasi hidup bebas tanpa judi online (Source: simonapilolla, Envato)
Saat ini, pemerintah sudah memblokir jutaan situs judi online yang beredar di internet. Namun, usaha tersebut belum optimal jika akar masalah dari judi online tidak teratasi. Yaitu, kesadaran masyarakat untuk menghindari jeratan judi online.
Padahal, jeratan judi online tidak hanya merugikan secara finansial dan sosial, tetapi juga berdampak buruk bagi kesehatan mental. Maka, masyarakat harus waspada dengan meningkatkan literasi tentang membentengi diri dari bahaya judi online. Tidak hanya dari pemerintah, literasi juga didapat dari tokoh masyarakat yang menjadi panutan hingga ke desa-desa.
Pemuka agama salah satunya, berperan penting untuk mengimbau masyarakat dan dapat menjadi panutan umat dalam melawan judi online. Meutya Hafid selaku Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), sebelumnya telah mengimbau agar para dai dan ulama untuk mendukung pemerintah dalam memberantas judi online. Menurutnya, dai memiliki peran penting dalam memberikan pencerahan kepada umat mengenai bahaya judi online, baik dari aspek agama, moral, maupun sosial.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhammad Cholil Nafis mengajak seluruh ulama di Indonesia untuk mendukung pemberantasan judi online. Yakni, menjangkau umat lewat dakwah yang menguatkan karakter dan iman. Serta, membina masyarakat untuk memiliki akidah yang matang.
Berbagai bentuk perjudian online juga ditolak secara keras oleh Keuskupan Agung Jakarta. Wakil Sekretaris Keuskupan Agung Jakarta Romo Thomas Ulun Ismoyo mengungkapkan bahwa uskup telah beberapa kali mengadakan rapat bersama para pastor untuk mengajak umat Katolik mewaspadai aneka modus operandi judi online. Pihak gereja juga memperingatkan dan menegaskan kepada para umatnya untuk tidak melakukan berbagai hiburan yang tidak sehat, termasuk judi online.
Tokoh berpengaruh seperti influencer dan content creator juga sangat diperlukan dalam menyuarakan perlawanan terhadap judi online di ranah digital. Ironinya, pengaruh tersebut justru disalahgunakan oleh segelintir content creator untuk mempromosikan judi online. Sebagai contoh, content creator Gunawan Sadbor yang terkenal akan tariannya bersama warga kampung, tersandung kasus pidana karena mempromosikan judi online.
Meski begitu, masih ada sosok influencer yang menyuarakan sikapnya dalam melawan judi online. Salah satunya Ustadz Dennis Lim, yang konsisten menyuarakan dakwah anti-judinya dalam konten-konten yang ia buat. Dennis Lim yang telah lepas dari bisnis judi, membeberkan seluk beluk dan kejahatan yang ada di dalam judi online.
Ahli dan Psikolog, Bantu Lepaskan Candu Judi Online
Judi online tidak hanya masuk dalam masalah moral, tetapi juga masuk ke dalam permasalahan kesehatan. Ketagihan judi diakui oleh WHO sebagai sebuah penyakit mental.
Tingkat prevalensi ketagihan judi sendiri masih belum dapat diukur karena memerlukan penelitian lebih lanjut. Tapi, dalam catatan di Amerika Serikat tahun 2023, prevalensi judi online tahun sebelumnya berada di angka 2% hingga 4%. Namun, angka ini masih perlu pengkajian lebih dalam karena adanya kemungkinan tidak semua pengidap ketagihan judi terdiagnosa oleh tenaga medis.
Secara global, masih banyak yang belum menganggap ketagihan judi sebagai isu prioritas kesehatan publik. Padahal, dalam sebuah discussion paper WHO berjudul The Epidemiology And Impact of Gambling Disorder And Other Gambling-Related Harm disebutkan adanya kebutuhan mendesak untuk menempatkan perjudian dalam agenda kesehatan masyarakat nasional dan internasional. Serta memperkuat kebijakan berbasis bukti dan strategi pencegahan judi, juga memperluas intervensi dini dan penyediaan pengobatan bagi penderita.
Sehingga dalam melawan judi online, perlu kita sadari bahwa bantuan tenaga profesional seperti psikolog dan psikiater merupakan salah satu hal vital untuk membantu para korban. Namun, prosesnya tidaklah instan dan diperlukan kemauan yang kuat.
Untuk terlepas dari kecanduan, terapi, perubahan perilaku, dan pendekatan psikoterapi disarankan untuk dilakukan. Psikoterapi sendiri bisa menjadi salah satu cara yang membantu pecandu judi online untuk menggali dan memproses emosi yang mendorong perilaku berjudi. Dukungan dan bantuan dari orang-orang terdekat dibutuhkan guna pecandu dapat lepas dari judi online.
–
Mari Bersama Stop Judi Online!
Adukan konten dan situs judi online ke laman aduankonten.id, aduannomor.id, dan cekrekening.id. Atau lewat pesan instan WhatsApp ke nomor 08119224545 dan Chatbot di nomor 0811-1001-5080.
Tag: